Tuesday, July 25, 2017

BAB III DESAIN PENELITIAN

3.1. Desain Penelitian
 
Desain penelitian atau rancangan penelitian merupakan suatu rancangan yang dapat menuntun peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap petanyaan penelitian. Dalam pengertian yang luas desain penelitian mencangkup pelbagai hal yang dilakukan peneliti, mulai dari identifikasi masalah, rumusan hipotesis, operasionalisasi hipotesis, cara pengumpulan data, hingga analisis data.
Pada hakekatnya desai penelitian merupakan suatu wahana untuk mencapai tujuan penelitian, yang juga berperan sebagai rambu-rambu yang menuntun peneliti dalam seluruh proses penelitian. Dalam gars besarnya, desain penelitian memiliki dua kegunaan yang amat penting dalam suatu proses penelitian, yakni :
a)    Sarana bagi peneliti untuk memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian.
b)    Merupakan alat bagi peneliti untuk mengendalikan atau mengontrol variabel yang berpengaruh dalam suatu penelitian.
Desain penelitian membantu penelitu untuk mendapatkan jawaban atas pertanyaan peneliti yang sahih, objektif, akurat, serta hemat. Desain penelitian harus disusun dan dilaksanakan dengan penuh perhitungan agar dapat memperhatikan bukti empiris yang kuat relevansinya dengan pertanyaan penelitian. Desain yang direncanakan dengan baik sangat membantu peneliti untuk mengandalkan observasi dan intervensi, serta untuk melakukan inferensi atau generalisasi hasil penelitian.
 
3.2. Ruang Lingkup dari Desai Penelitian
 
Ruang lingkup design penelitian terdiri dari :

A. Penentuan Judul Penelitian
 
Penentuan judul penelitian sangat penting karena dapat mengetahui objek penelitian, subjek apa yang akan diteliti, dimana lokasi penelitian, tujuan yang ingin di capai dan sasarannya.
Ada beberapa petunjuk bagi seorang peneliti yang akan melakukan penelitian dalam menentukan judul, yaitu :
 
- Keterjangkauan
- Ketersedian Data
- Signifikansi Judul yang dipilih
 
Beberapa syarat yang diperlukan untuk memilih judul penelitian, yaitu :
a) Judul ditetapkan setelah peneliti mengetahui permasalahan pokok objek yang akan diteliti
b) Judul penelitian mencerminkan keseluruhan isi penulisan
c) Judul harus mengemukakan kalimat singkat dan jelas
 
3.3. Penentuan masalah penelitian
 
Masalah penelitian itu merupakan pedoman kegiatan penelitian. Dalam penelitian, masalah berperan untuk mengarahkan kegiatan penelitian. Tanpa rumusan masalah, peneliti akan kesulitan dalam pelaksanaan dan penulisan penelitiannya.
 
Beberapa syarat yang harus diperhatikan dalam perumusan masalah yaitu:
ü  Masih berhubungan dengan judul utama
ü  Mendukumg tujuan penelitian
ü  Mengembangkan atau memperluas cara-cara pengujian suatu teori
ü  Memberikan  sumbangan terhadap metodelogi penenelitian
ü  Menunjukan variable-variabel yang diteliti.
 
3.4. Penentuan tujuan penelitian
 
Tujuan penelitian dapat mengarahkan peneliti untuk mencapai sasaran dan target yang ingin dicapai. Tujuan penelitian terdiri dari tujuan utam dan tujuan sekunder. Tujuan utama sangat erat kaitannya dengan judul dan masalah penelitian, sedangkan tujuan sekunder sangat tergantung pada keinginan pribadi seorang peneliti, dengan kata lain lebih bersifat subjektif bagi peneliti.
 
3.5. Penentuan hipotesis
Hipotesis adalah jawaban sementara terhadap permasalahan namun perlu menguji kebenarannya.
Ada beberapa cara untuk merumuskan hipotesis anatara lain yaitu sebagai berikut:
ü  Hipotesis yang baik harus searah dan mendukung Judul, Masalah, dan Tujuan Penelitian
ü  Hipotesis harus dapat diuji dengan data empiris
ü  Hipotesis harus bersifat spesifik
 
Dalam statistik dikenal ada dua macam hipotesis yaitu:
1. Hipotesis nol (H0): hipotesis yang menyatakan adanya kesamaan dan tidak ada perbedaan atau tidak ada pengaruh antara variabel yang satu dengan variabel yang lain.

2. Hipotesis alternative (Ha): hipotesis yang menyatakan adannya ketidaksamaan atau adanya perbedaan dan saling mempengaruhi anatara variabel satu dengan variable yang lain.

3. Penentuan populasi dan sampel penelitian
 
Yang harus diperhatikan dalam menentukan sampel penelitian, adalah :
a)    Tentukan populasi di daerah penelitian.
b)    Tentukan jumlah sampel yang akan diteliti
c)    Tentukan metode pengambilan sampel

BAB II TINJAUAN UMUM PENGAMBANGAN SISTEM

2.1. Definisi Pengembangan Sistem
Pengembangan sistem (systems development) dapat berarti menyusun suatu sistem yang baru untuk menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada. Sistem yang lama perlu diperbaiki atau diganti disebabkan karena beberapa hal, yaitu sebagai berikut ini:
1.  Adanya permasalahan yang timbul di sistem yang lama.
2.  Ketidakberesan menyebabkan sistem yang lama tidak dapat beroperasi sesuai dengan baik.
3.  Kecurangan-kecurangan disengaja yang menyebabkan tidak amannya harta kekayaanperusahaan dan kebenaran dari data menjadi kurang terjamin.
4.  Kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja yang juga dapat menyebabkan kebenaran dari data kurang terjamin.
5.  Tidak efisiennya operasi.
6.  Tidak ditaatinya kebijaksanaan manajemen yang telah ditetapkan.
7.  Pertumbuhan organisasi.
         Sebuah sistem informasi adalah untuk mengatur manusia dan komponen-komponenmesin, dan prosedur-prosedur yang saling berkaitan untuk mendukung kebutuhan informasi atau bisnis pada sebuah organisasi dan para pengguna sistem. Sistem tersebut tidak seperti paket program perangkat lunak aplikasi tetapi harus terlebih dahulu dikostumisasi.
 
2.2. Alasan Pengembangan Sistem
    - Adanya masalah yang timbul dari sistem yang lama
    - Untuk meraih kesempatan – kesempatan dalam berbagai hal
    - Adanya instuksi dari pimpinan atau adanya peraturan dari pemerintah

2.3. Prinsip dalam Pengembangan Sistem
-   Sistem yang dikembangkan adalah untuk manajemen.
- Sistem yang dikembangkan adalah investasi modal besar maka setiap investasi modal harus  mempertimbangkan 2 hal berikut ini :
-   Semua alternative yang ada harus diinvestigasikan
-   Investasi yang terbaik harus bernilai
-   Sistem yang dikembangkan memerlukan orang yang terdidik
-   Tahapan kerja dan tugas-tugas yang baru dilakukan dalam proses pengembangan sistem
-   Proses pengembangan sistem tidak harus urut
-   Jangan takut membatalkan proyek
-   Dokumentasi harus ada untuk  pedoman dalam pengembangan sistem
 
2.4. Siklus Hidup Pengembangan Sistem
 
 
2.5. Metodologi Pengembangan Sistem
System Development Life Cycle (SDLC) adalah suatu metodologi yang digunakan untuk mengembangkan, memelihara, dan menggunakan sistem informasi (O’Brien, 2001).  Metodologi ini mencakup sejumlah fase atau tahapan.
Menurut Roger S. Pressman, terdapat beragam model proses pengembangan perangkat lunak, diantaranya
-         Linear Sequential Model (Model Sekuensial Linear)
g
 
    Model ini pertama kali dikemukakan oleh Royce.  Model ini sering disebut model klasik atau waterfall.  Model ini menyarankan pendekatan pengembangan secara sekuen dan sistematik untuk pengembangan perangkat lunak.  Model ini merupakan model yang tertua.  Model ini terdiri atas beberapa tahap yaitu:  rekayasa dan pemodelan sistem/informasi, analisis kebutuhan perangkat lunak, desain, generasi kode, pengujian dan pemeliharaan.
-        
          Prototyping Model (Model Prototipe)
 
 
Model Prototipe (Prototype Paradigma) dimulai dengan pengumpulan kebutuhan. Pengembang dan pelanggan bertemu dan mendefinisikan obyektif keseluruhan dari perangkat lunak, mengidentifikasi segala kebutuhan yang diketahui, dan area garis besar di mana definisi lebih jauh merupakan keharusan kemudian dilakukan perancangan kilat. Perancangan kilat membawa kepada konstruksi sebuah prototipe yang kemudian dievaluasi oleh pelanggan/pemakai dan dipakai untuk menyaring kebutuhan pengembang perangkat lunak.
 
-          Rapid Application Development (RAD) Model
 
 
RAD adalah sebuah model proses perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yangn menekankan siklus perkembangan yang sangat pendek.  Model RAD merupakan adaptasi “berkecepatan tinggi” dari linear sequential model dimana pengembangan yang cepat dapat diperoleh dengan menggunakan pendekatan konstruksi berbasis komponen.

2.6. Pendekatan dalam Pengembangan Sistem
A. Dipandang dari metodologi yang digunakan :

 a. Pendekatan Klasik (Clasical approach )
Disebut juga pengembangan tradisional / konvensional adalah pengembangan sistem dengan mengikuti tahapan pada system life cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan sistem akan berhasil bila mengikuti tahapan pada system life cycle. Tetapi pada kenyataannya pendekatan klasik tidak cukup digunakan untuk mengembangkan suatu sistem informasi yang sukses dan akan timbul beberapa permasalahan diantaranya adalah :
1. Pengembangan perangkat lunak menjadi sulit.
2. Biaya perawatan atau pemeliharaan sistem menjadi lebih mahal
3. Kemungkinan kesalahan sistem besar
4. Keberhasilan sistem kurang terjamin
5. Masalah dalam penerapan sistem
b. Pendekatan Terstruktur (structured approach )
Pendekatan ini dimulai pada awal tahun 1970, dan dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknik-teknik (techniques) yg dibutuhkan dalam pengembangan sistem.

 B. Dipandang dari sasaran yang dicapai :
a) Pendekatan Sepotong (piecerneal approach )
Pendekatan yg menekankan pada suatu kegiatan / aplikasi tertentu.
b) Pendekatan Sistem (systems approach )
Pendekatan yg menekankan pada sistem informasi sebagai satu kesatuan terintegrasi
 
C. Dipandang dari cara menentukan kebutuhan dari Sistem :
a. Pendekatan Bawah Naik (Bottom Up Approach )
Pendekatan dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tsb. (merupakan ciri-ciri dari pendekatan klasik disebut juga data analysis) .
b. Pendekatan Atas Turun
Dimulai dari level atas yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sarasan dan kebijaksanaan organisasi , kemudian dilakukan analisis kebutuhan informasi , lalu proses turun ke pemrosesan transaksi (merupakan ciri-ciri dari pendekatan terstruktur disebut juga decision analysis )
 
D. Dipandang dari cara mengembangkannya :
a. Pendekatan Sistem menyeluruh
Pendekatan yg mengembangkan sistem serentak secara menyeluruh.
(merupakan ciri -ciri pendekatan klasik )
b. Pendekatan Moduler
Pendekatan yg berusaha memecah sistem yg rumit menjadi beberapa bagian / modul yg sederhana (merupakan ciri -ciri pendekatan terstruktur )

E. Dipandang dari teknologi yg digunakan :
a. Pendekatan Lompatan jauh (great loop approach )
Pendekatan yg menerapkan perubahan menyeluruh secara serentak penggunaan teknologi canggih. Perubahan ini banyak mengandung resiko, juga memerlukan investasi yg besar.
b. Pendekatan Berkembang (evolutionary approach )
Pendekatan yg menerapkan perubahan canggih hanya untuk aplikasi yg memerlukan saja, dan akan terus berkembang.

 2.7. Alat dan Teknik dalam Pengembangan Sistem


 Dapat berupa :
   1. Grafik
       HIPO, DFD, SADT, W/O, JSD
   2. Bagan
       a. Bagan untuk menggambarkan aktivitas
       b. Bagan untuk menggambarkan tata letak
       c. Bagan untuk menggambarkan hubungan personil
 
Teknik yang digunakan untuk pengembangan sistem antara lain :
 • Teknik Manajemen Proyek : CPM, PERT
 • Teknik Menemukan Fkata : Wawancara, Observasi, Kuesioner, Sampling
 • Teknik Analisis Biaya
 • Teknik Menjalankan Rapat
 • Teknik Inspeksi

Penyebab kegagalan pengembangan sistem :
 • Kurangnya penyesuaian pengembangan sistem
 • Kelalaian menetapkan kebutuhan pemakai dan melibatkan pemakai
 • Kurang sempurnanya evaluasi kualitas dan analisis biaya
 • Adanya kerusakan dan kesalahan rancangan
 • Penggunaan teknologi komputer dan software yangg tidak direncanakan.
 • Pengembangan sistem yang tidak dapat dipelihara
 • Implementasi yang direncanakan dilaksanakan kurang baik
Mengatasinya digunakan :
 • SDLC
 • Prototipe
 • Perangkat Pemodelan
 • Teknik Manajemen Proyek
 • CASE
 • JAD
 • Keterlibatan pemakai
 
 
 
 
 
 

BAB I KONSEP DASAR SISTEM

1.1   Konsep Dasar Sistem

A. Definisi Sistem
     Kumpulan unsur-unsur yang saling berinteraksi satu dengan yang lain untuk menghasilkan tujuan.

B. Karakteristik Sistem : Sifat-sifat khusus yang dimiliki oleh sistem.

1. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi yang berarti saling bekerja sama membentuk satu kesatuan.

2. Batas Sistem
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara satu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya.

3. Lingkungan Luar Sistem
Lingkungan dari luar sistem adalah apapun diluar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan luar sistem dapat bersifat menguntungkan dan merugikan.

4. Penghubung Sistem
Penghubung sistem merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsitem yang lain.

5. Masukan Sistem
Masukan adalah energi yang dimasukan kedalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal. Masukan Perawatan adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat dioperasikan. Masukan sinya; adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran.

6. Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah hasil dari energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan.

7. Pengolah Sistem
Suatu sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan merubah masukan menjadi keluaran.

8. Tujuan Sistem
Suatu sistem pasti mempunyai tujuan. Kalau suatu sistem tidak mempunyai tujuan, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.
 

C.Klasifikasi Sistem

Sistem dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yaitu :
 
- Sistem Abstrak  X Sistem Fisika
Sistem Abstrak adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik. Contoh : Sistem Teologi yang menerangkan hubungan manusia dengan Tuhan. Sedangkan sistem fisik merupakan sistem yang ada secara fisik. Contoh : Sistem Komputer, Sistem Keuangan.

- Sistem Alamiah X Sistem Buatan Manusia
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi melalui proses alam tidak dibuat oleh manusia. Contoh pada sistem alamiah : sistem peredaran bumi. Sedangkan sistem buatan manusia adalah sistem yang dirancang oleh manusia. Contoh: sistem robotika.

- Sistem Deterministik  X  Sistem Probabilistikr
Sistem deterministik adalah sistem yang berinteraksi antara bagiannya yang dapat diprediksi secara pasti. Contoh : sistem komputer. Sedangkan sistem probabilistik adalah sistem yang tidak bisa diprediksikan secara pasti. Contoh : Sistem manusia.

- Sistem Tertutup X Sistem Terbukar
Sistem tertutup adalah sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh oleh lingkungan luar. Contoh : tabung reaks. Sedangkan  bergsistem terbuka adalah sistem yang berhubungan dan terpengaruh oleh lingkungan luar. Contoh : Sistem Organisasi.
 

1.2   Konsep Dasar Informasi
 

A. Definisi Informasi adalah yang diolah menjadi bentuk yang lebih berguna bagi penerimanya.
B. Siklus Informasi

 
C. Mutu Informasi
Kualitas Informasi tergantung dari:
1. Informasi harus akurat : Informasi harus terbebas dari kesalahan-kesalahan, tidak bisa dan tidak menyesatkan.
2. Informasi harus tepat waktu : Informasi yang datang kepada penerimanya tidak boleh mengalami keterlambatan.
3. Informasi harus relevan : Informasi memiliki bermanfaat bagi penerimanya.

Nilai Informasi ditentukan oleh 2 (dua) hal :
1.    Manfaat dari informasi tersebut
2.    Biaya untuk mendapatkan informasi
 

1.3   Konsep Dasar Sistem Informasi

A. Definisi Sistem Informasi
Suatu sistem di dalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengolahan transaksi harian,  mendukung operasi, bersifat manajerial dan kegiatan strategi dari suatu organisasi dan menyediakan pihak luar tertentu dengan laporan-laporan yang diperlukan.

B. Peranan Sitstem Informasi Bagi Manajemen:
1.    Dapat mendukung dalam pengambilan keputusan
2.    Dapat mendukung kegiatan manajemen

Yang termasuk kedalam kegiatan manajemen adalah :
1.   Perencanaan Strategis
     a. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi : harus mampu bereaksi terhadap   kesempatan – kesempatan dari lingkungan luar dan tanggap terhadap tekanan – tekanan dari lingkungan luar
     b. Penetapan tujuan : Tujuan adalah apa yang ingin dicapai oleh organisasi. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas didalam proses perencanaanstrategis yang bersifat jangka panjang.
     c. Penentuan strategis : menentukan tindakan yang harus dilakukan oleh organisasi untuk mencapai tujuan-tujuannya.
2.   Pengendalian Manajemen
     Proses untuk meyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah diteteapkan dengan efektif dan efisien.
3.   Pengendalian Operasi
     Proses untuk meyakinkan bahwa tiap-tiap tugas tertentu telah dilaksanakan secara efektif dan efisien.


Thursday, April 6, 2017

Pendahuluan RTI

RISET TEKNOLOGI INFORMASI
  1. Mendapatkan ide lalu membentuknya menjadi sebuah rumusan masalah untuk penelitian
  2. Menyajikan ide tersebut dalam tulisan dalam kaidah ilmiah, yaitu sesuai dengan bidang ilmunya.
  • Research = Riset
  • Kata research sering digunakan untuk mewakili serangkaian kegiatan atau untuk mengartikan sesuatu yang kurang tepat sehingga perlu diluruskan terlebih dahulu.

Riset 
  • Bukan hanya mengumpulkan informasi tentang sesuatu atau beberapa hal, tetapi pencarian informasi (information discovery)
  • Bukan memindahkan fakta dari satu lokasi ke lokasi lain, dengan menghilangkan inti dari riset yaitu: intepretasi data.
  • Bukan mencari informasi tertentu secara acak.
  • Bukan sekedar istilah untuk menarik perhatian.
"Riset adalah proses mengumpulkan, menganalisis, dan menerjemahkan informasi atau data secara sistematis untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena tertentu yang menarik perhatian kita."
Formal Riset yaitu riset yang ditujukan untuk menambah pemahaman kita terhadap suatu fenomena dan untuk dikomunikasikan kepada komunitas (dipublikasikan).

Karakteristik Riset
- Riset berasal dari satu pertanyaan atau masalah
o Dengan menanyakan pertanyaan kita sedang berupaya untuk stimulasi dimulainya proses penelitian

- Riset membutuhkan tujuan yang jelas
o Masalah apa yang akan diselesaikan/dipecahkan?

- Riset membutuhkan rencana spesifik
o Dimana mendapatkan data?
o Bagaimana mengumpulkan data tersebut?
o Apakah data yang ada berelasi dengan permasalahan yang ditetapkan dalam riset?

- Riset biasanya membagi masalah prinsip menjadi beberapa submasalah
o Masalah : Kompresi data dengan algoritma xxx
o Sub-masalah:
  • Bagaimana melakukan kompresi data pada file teks hingga hasil kompresi 30% dari file asli?
  • Bagaimana melakukan dekompresi pada file teks tanpa mengubah isi?
- Riset dilakukan berdasarkan masalah, pertanyaan atau hipotesis riset yang spesifik
o Hipotesis : dugaan logis yang memberikan jawaban sementara tentang permasalahan riset berdasarkan penyelidikan awal

- Riset mengakui asumsi-asumi
o Asumsi adalah kondisi yang ditetapkan sehingga jangkauan riset jelas batasnya.
o Asumsi juga bisa merupakan batasan sistem di mana kita melakukan riset.

- Riset membutuhkan data dan intepretasi data
o Di dalam riset data yang tidak diintepretasikan/diterjemahkan tidak berarti apapun

- Riset bersifat siklus



Untuk memulai suatu penelitian, permasalahan yang akan dipecahkan perlu ditemukan lebih dahulu. Beberapa hal yang membantu penemuan tersebut  adalah: membaca artikel jurnal-jurnal ilmiah pada bidang yang diminati

Permasalahan Sebagai Inti Riset
- Basic Research (Penelitian Dasar)
  o Mengembangkan suatu teori atau konsep dalam bidang tertentu
- Applied Research (Penelitian Terapan)
  o Berkaitan dengan suatu penerapan teori untuk mendapatkan perbandingan, hasil kinerja
     atau menghasilkan suatu produk yang membantu manusia.

Penting untuk menentukan permasalahan yang akan dibahas dan diselesaikan. Permasalahan untuk riset haruslah mengandung interpretasi data yang merupakan hasil pemikiran si peneliti dalam mencari jawaban dari permasalahan dalam penelitiannya. Permasalahan yang tidak memenuhi syarat hanya akan menghasilkan penelitian yang tidak memenuhi standar penelitian.

TUGAS SI BAB I DAN II

KONSEP DASAR SISTEM

Sistem : kumpulan dari elemen-elemen yang berinteraksi untuk mencapai suatu tujuan tertentu.
Menurut Jerry FithGerald ; sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul bersama-sama untuk melakukan suatu kegiatan atau menyelesaikan suatu sasaran tertentu.

Karakteristik Sistem / Elemen Sistem :
  • Memiliki komponen ;Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, bekerja sama membentuk satu kesatuan. Komponen-komponen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari  sistem. Setiap sistem tidak perduli betapapun kecilnya, selalu mengandung komponen-komponen atau subsistem-subsistem. Setiap subsistem mempunyai sifat-sifat dari sistem untuk menjalankan suatu fungsi tertentu dan mempengaruhi proses sistem secara keseluruhan. Suatu sistem dapat mempunyai suatu sistem yang lebih besar yang disebut supra sistem, misalnya suatu perusahaan dapat disebut dengan suatu sistem dan industri yang merupakan sistem yang lebih besar dapat disebut dengan supra sistem. Kalau dipandang industri sebagai suatu sistem, maka perusahaan dapat disebut sebagai subsistem. Demikian juga bila perusahaan dipandang sebagai suatu sistem, maka sistem akuntansi adalah subsistemnya.
  • Batas sistem (boundary) ; Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lainnya atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batas suatu sistem menunjukkan ruang lingkup (scope) dari sistem tersebut.
  • Lingkungan luar sistem (environment) ; Adalah apapun di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem.
  • Penghubung sistem (interface) ; Merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya.
  • Masukan sistem (input) ; Merupakan energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan (maintenance input) dan masukan sinyal (signal input). Maintenance input adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat beroperasi. Signal input adalah energi yang diproses untuk didapatkan keluaran. Sebagai contoh didalam sistem komputer, program adalah maintanance input yang digunakan untuk mengoperasikan komputernya dan data adalah signal input untuk diolah menjadi informasi.
  • Keluaran sistem (Output) ; Merupakan hasil dari energi yang diolah oleh sistem.
  • Pengolah sistem (Process) ; Merupakan bagian yang memproses masukan untuk menjadi keluaran yang diinginkan.
  • Sasaran sistem ; Kalau sistem tidak mempunyai sasaran, maka operasi sistem tidak akan ada gunanya.


Klasifikasi Sistem : 
Sistem abstrak ; sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tidak tampak secara fisik (sistem teologia)
Sistem fisik ; merupakan sistem yang ada secara fisik (sistem komputer, sistem akuntansi, sistem produksi dll.)

Sistem alamiah ; sistem yang terjadi melalui proses alam. (sistem matahari, sistem luar angkasa, sistem reproduksi dll.
Sistem buatan manusia ; sistem yang dirancang oleh manusia.
Sistem buatan manusia yang melibatkan interaksi manusia dengan mesin disebut human-machine system (contoh ; sistem informasi)

Sistem Tertentu (deterministic system) ; beroperasi dengan tingkah laku yang sudah dapat diprediksi. Interaksi bagian-bagiannya dapat dideteksi dengan pasti sehingga keluaran dari sistem dapat diramalkan (contoh ; sistem komputer)
Sistem tak tentu (probabilistic system) ; sistem yang kondisi masa depannya tidak dapat diprediksi karena mengandung unsur probabilitas.

Sistem tertutup (close system) ; sistem yang tidak berhubungan dan tidak terpengaruh dengan sistem luarnya. Sistem ini bekerja secara otomatis tanpa adanya turut campur tangan dari pihak luarnya. Secara teoritis sistem tersebut ada, tetapi kenyataannya tidak ada sistem yang benar-benar tertutup, yang ada hanyalah relatively closed system (secara relatif tertutup, tidak benar-benar tertutup).
Sistem terbuka (open system) ; sistem yang berhubungan dan terpengaruh dengan lingkungan luarnya.


Sistem sederhana dan Sistem kompleks

KONSEP DASAR INFORMASI

Definisi dari informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk yang lebih berarti bagi yang menerimannya. Menurut Raymond Mcleod informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat ini atau mendatang. Secara umum informasi dapat di definisikan sebagai hasil pengolahan data dalam bentuk yang lebih berguna dan lebih berarti bagi penerimannya.
Sumber dari informasi adalah data. Data adalah kenyataan yang menggambarkan suatu kejadian-kejadian dan kesatuan nyata. Kejadian-kejadian adalah sesuatu yang terjadi pada saat tertentu.
Data merupakan bentuk yang masih mentah, belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu metode untuk menghasilkan informasi.
Data yang diolah melalui suatu model menjadi informasi, penerima kemudian menerima informasi tersebut, membuat suatu keputusan dan melakukan tindakan, yang berarti menghasilkan suatu tindakan yang lain yang akan membuat sejumlah data kembali.

Fungsi-fungsi informasi adalah sebagai berikut :
a. Untuk meningkatkan pengetahuan bagi si pemakai
b. Untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan pemakai
c. Menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari sesuatu hal.

Kualitas informasi bias terhadap error, karena kesalahan cara pengukuran dan pengumpulan, kegagalan mengikuti prosedur prmrosesan, kehilangan atau data tidak terproses, kesalahan perekaman atau koreksi data, kesalahan file histori atau master, kesalahan prosedur pemrosesan ketidak berfungsian sistem. Informasi yang berkualitas harus akurat, tepat pada waktunya dan relevan, maksudnya adalah:
  • Akurat berarti informasi harus bebas dari kesalahan-kesalahan dan tidak bias atau menyesatkan.
  • Tepat waktu berarti informasi yang datang pada penerima tidak boleh terlambat. Informasi yang sudah usang tidak akan mempunyai nilai lagi. Karena informasi merupakan landasan di dalam pengambilan keputusan.
  • Relevan berarti informasi tersebut mempunyai manfaat untuk pemakainya. Relevansi informasi untuk tiap-tiap orang berbeda-beda

Nilai Informasi ditentukan dari dua hal, yaitu manfaat dan biaya mendapatkannya. Suatu informasi dikatakan bernilai bila manfaatnya lebih efektif dibandingkan dengan biaya mendapatkannya. Pengukuran nilai informasi biasanya dihubungkan dengan analisis cost effectiveness atau cost benefit.
Umur informasi, kapan atau sampai kapan sebuah informasi memiliki nilai atau arti bagi penggunanya. Ada condition informasion (mengacu pada titik waktu tertentu) dan operating information (menyatakan suatu perubahan pada suatu range waktu).


KONSEP DASAR SISTEM INFORMASI

Sistem informasi dalam organisasi dapat dikatakan sebagai sistem yang menyediakan informasi bagi semua tingkatan dalam organisasi tersebut kapan saja diperlukan. Sistem ini menyimpan, mengambil, mengubah, mengolah dan mengkomunikasikan informasi yang diterima dengan menggunakan sistem informasi atau peralatan sistem lainnya.
Sistem informasi akan bekerja pada fungsi-fungsi organisasi sesuai dengan derajat kebutuhan informasi pada tingkatan manajemen dalam organisasi. Karakteristik dan tipe-tipe informasi akan terkait dengan kebutuhan informasi pada tingkatan-tingkatan manajemen dalam organisasi. Sistem informasi berfungsi mentransformasikan data menjadi informasi yang bernilai bagi tiap tingkatan manajemen. Sistem informasi mendukung pembuatan keputusan sesuai tahap-tahap pembuatan keputusan manajemen dalam organisasi.
Menurut Mc leod “Sistem Informasi merupakan sistem yang mempunyai kemampuan untuk mengumpulkan informasi dari semua sumber dan menggunakan berbagai media untuk menampilkan informasi “.

Informasi dalam suatu lingkungan sistem informasi harus mempunyai persyaratan umum sebagai berikut :
a. Harus diketahui oleh penerima sebagai referensi yang tepat
b. Harus sesuai dengan kebutuhan yang ada dalam proses pembuatan / pengambilan keputusan
c. Harus mempunyai nilai surprise, yaitu hal yang sudah diketahui hendaknya jangan diberikan
d. Harus dapat menuntun pemakai untuk membuat keputusan. Suatu keputusan tidak selalu menuntut adanya tindakan.

Sistem informasi harus mempunyai beberapa sifat seperti :
  1. Pemrosesan informasi yang efektif. Hal ini berhubungan dengan pengujian terhadap data yang   masuk, pemakaian perangkat keras dan perangkat lunak yang sesuai
  2. Manajemen informasi yang efektif. Dengan kata lain, operasi manajemen, keamanan dan keutuhan data yang ada harus diperhatikan
  3. Keluwesan. Sistem informasi hendaknya cukup luwes untuk menangani suatu macam operasi
  4. Kepuasan pemakai. Hal yang paling penting adalah pemakai mengetahui dan puas terhadap sistem informasi

Sistem informasi mempunyai komponen (building block), yaitu :
1. komponen input atau komponen masukan
2. komponen model
3. komponen output atau komponen keluaran
4. komponen teknologi
5. komponen basis data
6. komponen kontrol atau komponen pengendalian